HAKIKAT NUR MUHAMMAD DAN LATHIFAH RABBANIAH
Assalamu alaikum wr wb.
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
بسم الله الرحمن الرحيم ........
****.
Pertanyaan :
Apakah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah Nur Muhammad ?
Dan mengapa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam didalam shalatnya bershalawat pada saat membaca Tahiyyat ?
Jika benar beliau sendiri membaca shalawat, lalu secara hakikat, siapa sebenarnya yang beliau Akhy Al-Kahfi itu ???
Saudara- saudariku sekalian...
Untuk memahami pertanyaan diatas, sedikit kami jelaskan bahwa, Nur Muhammad bukanlah Nabi Muhammad yang ada di Makkah, tetapi Nur Muhammad adalah sesuatu sifat pertama kali yang dijadikan الله sebelum yang lainnya maujud. Karena Nur Muhammad sebagai nama Nur Awal. yang nama itu akan di sandang pada Insan yang kelak menerangi rahmat seluruh alam semesta.
Dan Nur Muhammad adalah bagian dari Nur Dzat-Nya.
Dari penciptaan Jauhar awal inilah, الله berkehendak tuk menciptakannya supaya mengenal siapa Sang Pencipta-Nya.
Maka, hakikat Nur Muhammad adalah :
" Ar-Ruhul A'zham " dengan dimensi lain disebut sebagai :
" Akal Pertama ".
Dan hakikat Muhammad atau An-Nafs al-Wahdah (Jiwa yang Tunggal), yaitu :
Pertama kali yang diciptakan الله Subhanahu Wa Sallam atau disebut sebagai Khalqatul Akbar yakni ciptaan yang Agung.
Disebut juga dengan Al- Jauharun Nurani atau inti Cahaya...
*****
Nah.....
Jika di lihat dari segi " Inti " segalanya disebut dengan Jiwa yang Tunggal.
Jika dipandang dari segi Cahaya, disebut sebagai akal pertama.
Dalam penomena semestanya memiliki sejumlah nama dan simbol seperti :
- Akal pertama.
- Al- Qalam yang luhur.
- An-Nur yang tunggal.
- Al-Lauhul Mahfudz .
Syaikh 'Abdul Qadir Al-Jilani mengutip Hadits Qudsi, ketika الله memciptakan Ruh Muhammad dari Cahaya Keindahan Wajah-Nya :
" Aku Jadikan Muhammad dari Nur Wajah-Ku."
Sebagaimana yang di sabdakan oleh Nabi Saw. :
" Awal ciptaan الله adalah Ruhku. Awal yang dicipta oleh الله adalah Cahayaku. Dan awal yang di ciptakan الله adalah Al- Qalam, dan awal yang di ciptakan الله adalah akal."
(HR. Abu Daud)
****
Saudara-saudariku sekalian...
Maksud dari keseluruhannya yaitu : Ruh, Nur, Qalam dan Aqli (akal) adalah :
Hakikat Muhammad
Kenapa demikian ?
Disebut " Nur " karena awal ciptaan, sebab bersih dari kegelapan jahiliah. Sebagaimana firman الله Swt :
" Telah datang padamu Nur dan Kitab dari Allah."
(Al- Maidah 15)
Lalu disebut sebagai :
" Akal " karena posisinya mengenal semesta secara bebas.
Disebut sebagai :
" Qalam (Pena) " karena sebagai faktor transmitor ilmu pengetahuan seperti Pena yang memindahkan pengetahuan dari huruf- Huruf.
****
Ruh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang Agung adalah simbol dari semesta ciptaan الله Subhanahu Wa Ta'ala.
Sedangkan yang awal dam asal semesta ini, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam :
" Aku ini dari الله, dan semua orang- orang beriman dari diriku."
Dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam itulah semua ruh-ruh diciptakan di alam Lahut dalam bentuk hakikat paling sempurna.
Dan alam Lahut itu disebut dengan :
" Al- Qathanul Ashli "
yaitu Negeri Asal.
Setelah berlangsung selama 4000 tahun, الله menciptakan 'Arsy dari cahaya mata Muhammad Saw.
Dan seluruh semesta ini berasal darinya.
Kemudian, dari alam Lahut tadi diturunkan secara bertahap hingga ke alam paling rendah yakni alam Jasad seperti firman الله Swt :
" Kemudian Kami- turunkan secara bertahap sampai alam paling bawah."
(At-Tin : 5)
****
Pertama kali diturunkan dari Alam Lahut ke alam Jabarut.
Dan Allah memberi pakaian dari Cahaya Jabarut dengan cahaya Ruh Al-Sulthani.
Dengam pakaian itu, الله menurunkan lagi ke alam Malakut, terus dibalut lagi dengan pakaian cahaya Malakut yang dinamakan Ruhul Rawani.
Selanjutnya lagi, الله menurunkan ke alam Mulki dan diberi pakaian lagi dengan cahaya Mulki yang dinamakan Ruhul Jasmani.
Baru kemudian الله menciptakan berbagai Jasad sebagaimana firman-Nya :
" Darinya Kami ciptakan."
(Thaahaa : 55)
Lalu الله memerintahkan ruh-ruh tersebut masuk dalam jasad. Maka masuklah ruh itu dengan perintah الله Ta'ala, seperti firman-Nya :
" Dan Aku- meniup didalamnya dari Ruh-Ku."
****
Ketika ruh- ruh tersebut berkait dengan jasad fisik, ia lupa pada janjinya kepada الله di hari perjanjian (Yaumil Mitsaaq), disaat الله berfirman :
" Bukankah Aku- ini Tuhanmu?"
(Al-A'raf : 172)
Sehingga ke alpaannya membuat ia tidak mau kembali ke negeri asal (Al-Wathanul Asli).
Kemudian الله melimpahkan rahmat-Nya, lalu di turunkan kitab Samawi untuk mengingatkan pada mereka yang lupa akan negeri priadonanya. Sebagaimana firman الله :
" ingatkan mereka akan hari- hari Allah."
(Ibrahim : 14)
Yaitu hari- hari peetemuan dengan الله dengan para arwah.
****
Ketahuilah.....
Para Nabi- Nabi semuanya di datangkan ke dunia ini adalah untuk memberi peringatan datang dan pergi untuk menuju akhirat, disebabkan oleh perintah peringatan الله Ta'ala...
Sedikit sekali jumlah kesadaran manusia tuk kembali dan rindu negeri sejatinya. Sampai akhirnya kenabian itu melimpah pada Ruh Agung Nabi Muhammad Saw.sebagai pamungkas para Nabi.
Semoga Shalawat dan Salam paling utama dan kehormatan paling sempurna terlimpah pada Rasululllah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, dan juga kepada para nab-nabi dan Rasul lainnya.
امين اللهم امين ..........
****
Allah mengutus mereka untuk menyadarkan mereka yang lupa, dari tidur ke alpaannya menuju kesadaran jiwanya.
Mereka di utus untuk mengajak manusia bertemu ke-Maha Indahan الله 'Azza wa Jalla :
" Katakan, inila jalanku aku mengajakmu kepada Allah dengan mata hati, aku dan orang yang mengikutiku."
(Yusuf : 108)
****
Saudara- saudariku sekalian..
Mata hati itu di sebut dengan " Mata Ruh " di buka di maqam " Fu'ad "bagi para Auliya'.
Dan itu tidak bisa diraih menurut pengetahuan lahiriah (eksoterik).
Namun dengam ilmu batiniah (esotoris) Laduniah. Sebagaimana firman الله Swt :
" Dan Kami- ajarkan padanya dari sisi-Ku."
(Al-Kahfi :65)
Maka, sudah jelas kewajiban manusia itu, untuk mendapatkan mata hati itu dari Ahli Bathin dengan cara mengambil Talqin dari seorang Syaikh atau Mursyid yang diambil dari alam Lahut.
****
Nah...
Saudara- saudariku sekalian...
Anda renungkan sendiri proses luhur dan agung seperti itu, dan segeralah beraubat tuk meraih ampunan dari الله Swt. Dan bersegeralah Anda jika ingin berthariqat, agar kita kembali kepada الله , Tuhan kita.
Sedangkan Lathifah Rabbaniah adalah :
" Hakikat- hakikat kelembutan ilahi yang di limpahkan di dalam batin manusia melalui Nur-Nya."
Dan berujung menjadi aktivitas Ilahiah dalam akhlaq mulia manusia.
Peetama kali melimpah pada Sir yakni Rahasia Batin..
Kemudian memancar ke Qalbu, dam menggerakkan Ubudiyah sang Hamba.